Minggu, 29 November 2015

Ini usahaku mana usahamu genks??

Kok kayaknya kurang apdol ya kalo dah cerita-cerita tapi gak ada usaha nyata dari aku. Nah kali ini aku mau berbagi cerita mengenai usaha untuk mendamaikan dunia dengan imanku...
DIBERKATI UNTUK BERBAGI


Jumat, 4 September 2015 bersama teman-teman (Galuh dan Nina) berjalan menyisiri kota Semarang di daerah Simpang Lima. Saat itu sekitar pukul 08.00 pagi, kami bersemangat melakukan proyek kebaikan kepada siapa saja, tanpa memandang agama, pekerjaan, umur dan lain-lain. Kami membagikan nasi bungkus kepada penyapu jalan, pemulung dan seorang ibu pencinta anjing yang selalu memelihara anjing-anjing liar yang berkeliaran. Pengalaman kami hari itu sangat berkesan banyak pembelajaran yang kami dapatkan. Dan membuat kami lebih mengerti bahwa pentingnya berbagi kepada sesama TANPA KECUALI. Tidak penting seberapa kecil atau besar materi yang kita keluarkan, karena jika kita mau berbagi kita tidak akan kehilangan berkat dari Tuhan. Serta pembelajaran yang kami dapat tidak hanya peduli kepada sesama manusia melainkan sesama ciptaan Tuhan juga, seperti lingkungan, hewan seperti apa yang mereka lakukan.







TOLERANSI LINTAS AGAMA
            Genksss...aku juga mau cerita nih soal pengalamanku di lingkungan rumahku. Aku tinggal di sebuah desa yang hanya keluargaku yang katolik,karena itu bagaimana aku dan keluargaku harus memberi teladan yang baik di dalam kegiatan kampung. Setiap bulan puasa di masjid desa kami selalu mengadakan takjil dan zakat, disitu aku dan kakakku pun minta tetap untuk dijadwal dalam mengambil takjil ke rumah tetangga tetangga yang terjadwal membuat takjil dan membagikan zakat. Takjil di bagikan setelah selesai TPA, karena itu kami harus stay di masjid untuk membagikan dan membersihkan tempat setelah selesai berbuka bersama . Aku dan kakak-kakakku yang beragama non-muslim pun ikut mengajar TPA, ehhh tenang tapi aku ikut mengajarnya waktu game kok. Jadi setiap TPA itu ada game supaya adik-adik tidak bosan, maka saat game kita membantu mengatur game sampai buka tiba. Setelah buka tiba kami akan membagikannya dan setelah mereka makan mereka akan sholat nah kami yang non dan yang baru berhalangan sholat akan membersihkan tempat untuk berbuka tadi dan mencuci gelas –gelas yang di pakai. Dan saat H-2 lebaran kami muda-mudi termasuk aku dan keluargaku akan membantu membagikan zakat kepada tetangga-tetangga yang kurang mampu. Nah... begitu ceritaku mengenai TOLERANSI beragama dan bermasyarakat.  Tak perlu sesuatu yang besar dengan membantu saudaramu yang berbeda agama dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab itu sudah sangat dapat membuat kerukunan diantara kita.
JADI......JADILAH TERANG DAN GARAM di tempat kau berada ya genkss!!