Kok
kayaknya kurang apdol ya kalo dah cerita-cerita tapi gak ada usaha nyata dari
aku. Nah kali ini aku mau berbagi cerita mengenai usaha untuk mendamaikan dunia
dengan imanku...
DIBERKATI
UNTUK BERBAGI
Jumat, 4 September 2015 bersama teman-teman (Galuh dan Nina) berjalan
menyisiri kota Semarang di daerah Simpang Lima. Saat itu sekitar pukul 08.00
pagi, kami bersemangat melakukan proyek kebaikan kepada siapa saja, tanpa
memandang agama, pekerjaan, umur dan lain-lain. Kami membagikan nasi bungkus
kepada penyapu jalan, pemulung dan seorang ibu pencinta anjing yang selalu
memelihara anjing-anjing liar yang berkeliaran. Pengalaman kami hari itu sangat
berkesan banyak pembelajaran yang kami dapatkan. Dan membuat kami lebih
mengerti bahwa pentingnya berbagi kepada sesama TANPA KECUALI. Tidak penting
seberapa kecil atau besar materi yang kita keluarkan, karena jika kita mau
berbagi kita tidak akan kehilangan berkat dari Tuhan. Serta pembelajaran yang
kami dapat tidak hanya peduli kepada sesama manusia melainkan sesama ciptaan
Tuhan juga, seperti lingkungan, hewan seperti apa yang mereka lakukan.
TOLERANSI
LINTAS AGAMA
Genksss...aku
juga mau cerita nih soal pengalamanku di lingkungan rumahku. Aku tinggal di
sebuah desa yang hanya keluargaku yang katolik,karena itu bagaimana aku dan
keluargaku harus memberi teladan yang baik di dalam kegiatan kampung. Setiap
bulan puasa di masjid desa kami selalu mengadakan takjil dan zakat, disitu aku
dan kakakku pun minta tetap untuk dijadwal dalam mengambil takjil ke rumah
tetangga tetangga yang terjadwal membuat takjil dan membagikan zakat. Takjil di
bagikan setelah selesai TPA, karena itu kami harus stay di masjid untuk
membagikan dan membersihkan tempat setelah selesai berbuka bersama . Aku dan
kakak-kakakku yang beragama non-muslim pun ikut mengajar TPA, ehhh tenang tapi
aku ikut mengajarnya waktu game kok. Jadi setiap TPA itu ada game supaya
adik-adik tidak bosan, maka saat game kita membantu mengatur game sampai buka
tiba. Setelah buka tiba kami akan membagikannya dan setelah mereka makan mereka
akan sholat nah kami yang non dan yang baru berhalangan sholat akan
membersihkan tempat untuk berbuka tadi dan mencuci gelas –gelas yang di pakai.
Dan saat H-2 lebaran kami muda-mudi termasuk aku dan keluargaku akan membantu
membagikan zakat kepada tetangga-tetangga yang kurang mampu. Nah... begitu
ceritaku mengenai TOLERANSI beragama dan bermasyarakat. Tak perlu sesuatu yang besar dengan membantu
saudaramu yang berbeda agama dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab itu sudah
sangat dapat membuat kerukunan diantara kita.
JADI......JADILAH TERANG DAN GARAM di tempat kau berada ya genkss!!




